Rabu, 29 Mei 2013

TITANIC



 RMS Titanic adalah sebuah kapal penumpang super Britania Raya yang tenggelam di Samudra Atlantik Utara pada tanggal 15 April 1912 setelah menabrak sebuah gunung es pada pelayaran perdananya dari Southampton, Inggris ke New York City. Tenggelamnya Titanic mengakibatkan kematian sebanyak 1.514 orang dalam salah satu bencana maritim masa damai paling mematikan sepanjang sejarah. Titanic merupakan kapal terbesar di dunia pada pelayaran perdananya. Satu dari tiga kapal samudra kelas Olympic dioperasikan oleh White Star Line. Kapal ini dibangun pada 1909 sampai 1911 oleh galangan kapal Harland and Wolff di Belfast. Kapal ini sanggup mengangkut 2.224 penumpang.
Para penumpangnya terdiri dari sejumlah orang terkaya di dunia, serta lebih dari seribu emigran dari Britania Raya, Irlandia, Skandinavia, dan negara-negara lain yang mencari kehidupan baru di Amerika Utara. Kapal ini dirancang senyaman dan semewah mungkin, dengan dilengkapi gimnasium, kolam renang, perpustakaan, restoran kelas atas dan kabin mewah. Kapal ini juga memiliki telegraf nirkabel mutakhir yang dioperasikan untuk keperluan penumpang dan operasional kapal. Meski Titanic mempunyai perlengkapan keamanan yang maju seperti kompartemen kedap air dan pintu kedap air yang bisa dioperasikan dari jarak jauh, kapal tersebut tidak memiliki sekoci yang cukup untuk menampung seluruh penumpang kapal. Karena regulasi keamanan laut yang sudah kuno, Titanic hanya mengangkut sekoci yang hanya mampu menampung 1.178 penumpang – sepertiga dari total penumpang dan awak kapalnya.
Setelah meninggalkan Southampton pada 10 April 1912, Titanic berhenti di Cherbourg, Perancis dan Queenstown (sekarang Cobh), Irlandia sebelum berlayar ke barat menuju New York. Pada tanggal 14 April 1912, empat hari pasca pelayaran, tepatnya 375 mil di selatan Newfoundland, kapal menabrak sebuah gunung es pukul 23:40 (waktu kapal; UTC-3). Tabrakan agak menggesek ini mengakibatkan pelat lambung Titanic melengkung ke dalam di sejumlah tempat di sisi kanan kapal dan mengoyak lima dari enam belas kompartemen kedap airnya. Selama dua setengah jam selanjutnya, kapal perlahan terisi air dan tenggelam. Para penumpang dan sejumlah awak kapal diungsikan ke dalam sekoci, kebanyakan sudah diluncurkan dalam keadaan setengah penuh. Banyak pria dalam jumlah yang tidak sepadan – hampir 90% di Kelas Dua - ditinggalkan karena para petugas yang memuat sekoci mematuhi protokol "wanita dan anak-anak dahulu". Tepat sebelum pukul 2:20, Titanic patah dan haluannya tenggelam bersama seribu penumpang di dalamnya. Orang-orang di air meninggal dalam hitungan menit akibat hipotermia karena bersentuhan dengan samudra yang sangat dingin. 710 penumpang selamat diangkat dari sekoci oleh RMS Carpathia beberapa jam kemudian.
Musibah ini ditanggapi dengan keterkejutan dan kemarahan dunia atas jumlah korban yang besar dan kegagalan regulasi dan operasi yang terjadi. Penyelidikan publik di Britania dan Amerika Serikat mendorong perbaikan besar-besaran keselamatan laut. Salah satu warisan terpenting dari bencana ini adalah penetapan Konvensi Internasional untuk Keselamatan Penumpang di Laut (SOLAS), yang masih mengatur keselamatan laut sampai sekarang. Banyak korban selamat kehilangan seluruh kekayaan dan harta benda mereka dan menjadi miskin; banyak keluarga, terutama keluarga awak kapal dari Southampton, kehilangan sumber nafkah utamanya. Mereka semua dibantu oleh banjirnya simpati dan sumbangan amal dari masyarakat. Beberapa pria yang selamat, terutama kepala White Star Line, J. Bruce Ismay, dicela sebagai pengecut karena meninggalkan kapal ketika penumpang lain masih di atasnya, dan mereka diasingkan oleh publik.
Bangkai Titanic masih ada di dasar laut, perlahan hancur di kedalaman 12.415 kaki (3,784 m). Sejak ditemukan kembali pada tahun 1985, ribuan artefak diangkat dari dasar laut dan dipamerkan di berbagai museum di seluruh dunia. Titanic telah menjadi salah satu kapal ternama dalam sejarah. Keberadaannya terus diingat oleh sejumlah buku, film, pameran, dan tugu peringatan.

Sumber :  http://id.wikipedia.org/wiki/RMS_Titanic

Wisata Tembok Besar Cina


Tembok Raksasa Cina
atau Tembok Besar Cina (hanzi tradisional: 長城; hanzi sederhana: 长城; pinyin: Chángchéng), juga dikenal di Cina dengan nama Tembok Sepanjang 10.000 Li¹ (萬里長城; 万里长城; Wànlĭ Chángchéng) merupakan bangunan terpanjang yang pernah dibuat manusia, terletak di Republik Rakyat Cina.
Tembok Raksasa Cina dianggap sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia. Pada tahun 1987, bangunan ini dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Tembok China ini panjangnya lebih dari 6700 kilometer dan dibuat oleh manusia mulai abad ke-5. Banyak pintu masuk bagi wisatawan untuk memasuki wisata China ini antara lain kota Badaling, Juyongguan, Simatai dan Jinshaling. Pintu masuk yang paling populer adalah Badaling yang berjarak sekitar 70 km dari ibu kota Beijing.
Pada awalnya tembok China ini berfungsi sebagai benteng pertahanan negara China dari serangan musuh terutama bangsa Mongol. Dibangun atas prakarsa kaisar Qin Shi-huang dari dinasti Qin. Pembangunannya berlangsung selama berabad-abad dari satu dinasti pemerintahan kemudian dilanjutkan pemerintahan berikutnya. Kabarnya pembangunannya menyebabkan sekitar satu juta orang China meninggal setiap tahunnya.

Yang menarik dari tempat wisata China ini adalah bangunan tembok yang luar biasa panjang di daerah perbukitan. Tembok ini membentang melalui bukit, rawa, gurun dan padang rumput. Hal ini menunjukkan betapa cerdasnya orang China menggunakan sumber daya yang masih terbatas saat itu untuk membuat bangunan yang luar biasa. Setiap topografi berbeda memiliki struktur pembangunan tembok yang berbeda pula.
Tembok China ini mempunyai tinggi 8 meter dan lebar sekitar 5 meter. Temboknya sendiri terbuat dari campuran batu bata, tanah dan pecahan batu. Di sisi bagian dalam terdapat pintu dan juga tangga untuk naik turun para tentara. Di setiap jarak tertentu terdapat pos untuk mengintai. Pos yang berupa menara itu digunakan untuk berjaga dan sekaligus sebagai tempat tentara menyimpan berbagai perlengkapan senjata. Biasanya jika ada musuh, tentara akan menyalakan api atau membuat asap.
Di tembok besar China ini terdapat pula loteng yang terkenal. Loteng inilah yang sering dikunjungi oleh para wisatawan. Salah satunya adalah loteng Shanhaiguan yang paling populer. Wisatawan yang mengunjunginya dapat melihat seni arsitektur pada zaman China dulu, yang kokoh dan menawan. Dilihat dari atas, tembok China ini memang tampak seperti seekor naga yang sangat panjang. Bangunan bersejarah nan ajaib ini juga banyak menyimpan berbagai cerita. Cerita mengenai jatuhnya sebuah dinasti hingga cerita yang romantis.
Bagi para wisatawan yang ingin berwisata ke tembok besar ini sebaiknya perlu memperhatikan cuaca setempat. Pada saat musim dingin atau musim panas yang terlalu panas, sebaiknya tidak berkunjung ke sini. Berjalan di sepanjang tembok besar juga harus berhati-hati karena tidak semua bagian terawat dengan baik. Wisatawan juga dapat memperoleh sertifikat resmi yang menyatakan bahwa dia telah berhasil berjalan dan melewati sekian kilometer di tembok besar.

Sumber : http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7234146000584269449#editor